Lewati ke konten utama

08 · Iklan

Omset mandek? Nambah budget iklan belum tentu jawabannya

Budget iklan naik cuma nambah orang yang lihat produk kamu. Kalau mereka nggak jadi checkout, yang naik cuma biayanya. Begini cara nyari bagian yang bocor.

Terbit
Diperbarui
Waktu baca
4 menit
Di dalamnya
1 alat interaktif

Omset seminggu kok gitu-gitu aja. Refleks pertama hampir semua seller sama: naikin budget iklan. Wajar. Iklan itu satu-satunya tombol yang bisa kamu pencet hari ini dan kelihatan hasilnya besok pagi.

Masalahnya, iklan nggak bikin orang pengen beli. Iklan cuma nambah jumlah orang yang lihat produk kamu. Kalau halaman produknya belum meyakinkan, budget dobel artinya kamu bayar dua kali lebih banyak orang buat bilang "nggak dulu".

Iklan itu keran, bukan ember

Bayangin toko kamu ember yang bocor. Iklan itu kerannya. Dibuka makin kencang, air yang masuk memang nambah. Tapi yang bocor ikut nambah, dan tagihannya juga.

Coba geser sendiri di bawah. Angkanya contoh, bukan data toko siapa pun.

Coba sendiri · Ember bocorNaikin budget atau naikin konversi?
Dari 100 orang yang klik iklan kamucheckoutbocor
Klik
5.000
Order
75
Omset
Rp11,25 jt
ROAS
2,25
Sisa setelah bayar iklan
-Rp1,63 jt boncos
SekarangOrder75Sisa-Rp1,63 jtROAS 2,25
Budget ×2Order150Sisa-Rp3,25 jtROAS 2,25
Konversi ×2Order150SisaRp1,75 jtROAS 4,50
Ilustrasi, bukan data toko siapa pun. Misalnya biaya per klik Rp1.000, harga produk Rp150.000, dan margin 30% sebelum iklan. Dengan margin segitu, iklan baru balik modal di ROAS 3,33. ROAS itu penjualan, bukan untung bersih.

Lihat bedanya? Budget dobel, order memang dobel, tapi ROAS-nya diam di tempat. Kalau dari awal udah boncos, boncosnya ikut dobel. Konversi yang naik beda cerita. Biaya iklannya sama, ordernya nambah, ROAS ikut naik.

Tiga angka yang sering kelewat

Sebelum nambah budget, cek tiga ini dulu di Seller Centre.

Konversi produk. Dari 100 orang yang buka halaman produk, berapa yang checkout? Misalnya cuma 1. Tambah 1.000 pengunjung, kamu dapat 10 order. Kalau konversinya bisa naik jadi 2, pengunjung yang sama kasih 20 order. Biaya buat benerin halaman sering jauh lebih kecil daripada biaya iklannya.

Margin setelah semua potongan. Banyak seller ngitung margin cuma dari harga jual dikurangi modal. Padahal masih ada biaya admin Shopee, biaya layanan, iklan, subsidi ongkir, sama voucher toko. Setelah dihitung semua, produk paling laris kadang malah paling tipis untungnya.

Iklannya lari ke produk mana. Budget biasanya numpuk di dua atau tiga produk. Pertanyaannya: itu produk yang paling cuan, atau cuma yang paling rame?

Iklan nggak nyelesaiin masalah halaman produk. Iklan cuma bikin masalah itu dilihat lebih banyak orang.

Yang biasanya bikin orang nggak jadi checkout

Jarang penyebabnya cuma satu. Yang paling sering kami temui:

  • Halaman produk belum jawab keraguan. Ukuran, bahan, cara pakai, isi paket nggak jelas. Pembeli nunda, terus lupa.
  • Foto pertama kalah di hasil pencarian. Di halaman pencarian, foto pertama kamu jejer sama puluhan toko lain.
  • Harga nggak kelihatan alasannya. Bukan soal mahal atau murah. Pembeli perlu lihat kenapa harganya segitu: bundle, bonus, atau garansi toko.
  • Ulasan masih sedikit. Di Shopee yang pilihannya banyak banget, ini sering jadi penentu terakhir.
  • Iklannya narik orang yang salah. Kata kunci yang terlalu luas mendatangkan orang yang lagi nyari barang lain.

Yang terakhir penting. Kalau klik naik tapi order nggak ikut naik, biasanya yang datang memang bukan pembeli kamu. Bukan halamannya yang jelek.

Urutan yang lebih aman

  1. Hitung margin bersih tiap produk. Lengkap, sampai voucher dan ongkir.
  2. Pilih beberapa produk yang dicari orang dan marginnya sehat.
  3. Benerin halaman produk itu dulu: foto, nama, deskripsi, promo.
  4. Rapikan target iklan biar dekat ke kata kunci yang niat beli.
  5. Baru naikin budget di produk yang udah kebukti jalan.

Minggu pertama memang kerasa lebih lambat. Tapi omset yang naik nggak habis dimakan biaya iklan.

Kapan nambah budget memang tepat

Ada kok saatnya gas iklan. Produknya udah konsisten untung setelah semua biaya, stoknya aman, dan tim kamu sanggup ngirim kalau order tiba-tiba dobel. Di kondisi itu, budget tambahan ngebesarin sesuatu yang memang udah jalan.

Sebagai gambaran, di 6 toko yang kami pegang (toko kami sendiri dan toko klien), total biaya iklan Rp423 jt menghasilkan penjualan Rp3,94 M. ROAS gabungannya 9,3. Periode tiap toko beda, dan angkanya diambil dari dashboard Seller Centre Shopee dan TikTok Shop Seller Center. Di toko-toko itu yang dibedah bukan cuma iklannya: foto, nama produk, deskripsi, sampai promo ikut dikerjain. Ingat juga, ROAS itu penjualan, bukan untung bersih.

Yang perlu dihindari cuma satu: pakai iklan buat nunda pertanyaan yang lebih susah.

Ngapain coba‑coba sendiri kalau ujungnya boncos?

Tiap bulan nyoba sendiri, tiap bulan juga budget iklan sama stok kebuang. Mending sisihin sedikit buat dibantu orang yang udah berkali-kali naikin toko di Shopee. Biar duitnya muter jadi cuan, bukan habis buat belajar.

Booking Bedah Toko Gratis

Sesi pertama gratis. Nggak cocok? Ya udah, nggak apa-apa.

Coba-coba sendiri BoncosDibantu Katalaris Cuan